bengkel

0

A.PENDAHULUAN
Makin hari penambahan populasi kendaraan bermotor makin meningkat.Dilihat dari data
JAKARTA.
“Penjualan sepeda motor pada November 2010 tercatat mencapai 653.842 unit atau meningkat 19,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyebutkan, volume penjualan dipimpin dipimpin oleh merek-merek otomotif ternama seperti Honda, Yamaha dan Suzuki.
Peningkatan penjualan sepeda motor pada November 2010 ini menunjukkan indikasi daya beli masyarakat Indonesia dan masyarakat di Asia Tenggara pada umumnya semakin membaik.
Hasil penjualan sepeda motor sepanjang tahun ini melampaui perkiraan PT Astra International, sebagai produsen otomotif terbesar di Indonesia yang sempat disebutkan Juni 2010 lalu.
Walaupun begitu, laju pertumbuhan penjualan motor pada semester kedua ini, tak sekencang pada semester pertama yang mencapai peningkatan 41% dibanding periode penjualan sepeda motor pada tahun sebelumnya”. Peraturan pemerintah yang tidak akan membatasi subsidi BBM terhadap kendaraan roda dua diperkirakan akan membuat pertumbuhan pembelian sepeda motor akan terus naik tahun depan
Sumber:
http://industri.kontan.co.id/v2/read/industri/54624/Penjualan-motor-pada-November-2010-naik-197.
Bahkan hampir setiap orang punya dan membutuhkan sepeda motor. Kepadatan aktivitas di jalan menuntut kenyamanan untuk itu kendaraan yang dipakai harus selalu dalam keadaan baik. Agar kendaraan selalu dalam keadaan baik maka diperlukan perawatan dan service berkala bahkan diperlukan juga perbaikan-perbaikan bagian yang rusak, untuk itu sangat dibutuhkan jasa bengkel motor. Kondisi seperti inilah yang harus kita akan manfaatkan sebagai peluang usaha.Usaha bengkel motor memang menjanjikan, mengingat pengguna sepeda motor semakin banyak jumlahnya. Hal ini terbukti dari meningkatnya produksi sepeda motor pertahun. Kebutuhan servis bagi sepeda motor menjadi kebutuhan rutin yang harus dilakukan oleh penggunanya. Apalagi daerah-daerah pigir kota yang notabennya adalah pemukiman penduduk.
B.NAMA BENGKEL
Karena bengkel ini sebelumnya sudah berjalan dan sudah memiliki group dan peminat kalangan sendiri terutama dibidang modifikasi motor racing. GRT (Gas Racing Team).Karena nanti kita pun menerima service rutin yang menjadi kebutuhan pasar yang banyak,maka rencananya akan dijadikan nama badan usaha yang resmi.
C.TEMPAT USAHA
Karena target pasarnya adalah para pekerja yang bermukim di pinggir kota dan pelajar yang menyukai motor modifikasi kami mencari tidak jauh dari kedua hal tersebut pemukiman dan sekolah.Dari hasil pengamatan sementara daerah Prioritas Pamulang dikarenakan Pamulang dipilih sebagai walikota Tangerang Selatan yang kemungkinan akan terus berkembangnya daerah ini,selain itu Sarana sekolah dan pemukiman pun padat.Tempat kedua daerah Jombang,Ciputat, dan Rempoa.
D.TARGET PASAR
Banyak sekali segment pasar untuk bidang otomtif motor ini mulai dari
• PELAJAR
1. dari segment ini yang suka memodifikasi motor kami amat siap dikarenakan modal pengetahuan utama para mekanik kami adalah memodifikasi motor.
• PEKERJA KANTORAN
2. Mereka kerja di tengah kota pada segment ini kondisi motor sangat diperhatikan sama mereka ntah mereka akan membuat lebih irit ada juga yang lebih mementingkan tenaga motornya.
• WIRAUSAHA dekat posisi bengkel
3. segment ini hampir memiliki sifat yang sama dengan yang pekerja di tengah kota.
• komunitas motor
4. banyaknya kumpulan motor dapat dimanfaatkan dengan baik apabila memberi kesan yang baik kesalah satu anggota kelompok mereka,karena mereka memiliki sifat promosi dari mulut ke mulut dengan baik.
• tukang ojek
5. dari setiap sudut jalan banyak sekali para penunggu customer dengan motornya dikarenakan mereka juga bekerja dengan mengandalkan kendaraannya dan dalam hal ini kami memberlakukan kebijaksanaan khusus bagi tukang ojek .
• dealer jual beli motor bekas
6. banyak sekali motor yang bekas mereka kumpulkan ada beberapa dari mereka yang memiliki mekanik sendiri ada pula yang belum nah yang belum kami akan memberlakukan kebijakan khusus sama seperti tukang ojek klo yang sudah pun kami akan menawarkan kerja sama yang menarik (hal ini akan dibahas pada bab promosi).
E.JENIS USAHA
Seperti yang sudah ada jenis usaha ini yang berhubungan erat dengan otomotif di bidang kendaraan bermotor roda dua.Seperti:
1. Service rutin kendaraan bermotor roda dua.
2. Service Besar kendaraan bermotor roda dua.
3. Modifikasi mesin,body dan chassis.
4. Painting
5. Pengajaran (bisa termasuk dalam hal promosi)
6. Spare part moving part dan Modifikasi
7. Penitipan Barang dagangan seperti motor bekas.
Namun disaat ini kami akan memusatkan perhatian kami pada service harian,besar dan modifikasi.Hal yang lain akan tetap dilaksanakan namun masih belum prioritas menunggu seiring jalannya waktu dan kondisi modal kami.
F.MODAL
setelah kami estimasi maka kami memerlukan modal sebanyak
1.SEWA TEMPAT Rp.15.000.000/Tahun
Ukuran 5x9m
2.KEPERLUAN BENGKEL Rp.17.000.000
Mencakupi kebutuhan sebagai berikut:
• Spare part (ASET) Rp.10.000.000
Banyak macam spare part,namun kammi akan menyeto spare part yang sering orang gunakan(fast moving part)seperti oli,busi,gear set,kabel gas,bohlam,kampas rem,kampas kopling dan lain-lain.Namun banyak kemudahan akan bisnis spare part sepert dari sales yang menitipkan.
• Tools (ASET)
TOOLS HARGA
1 gerinda duduk 6″ merk NGL 405.000
2 kompresor angin bensin atau listrik minimal 1/2 PK merk multi pro 3/4 HP 775.000
3 mesin bor tangan merk bosch GBM 350 380.000
4 gerinda tangan merk bosch GMT 4” 360.000
5 air gun(penyemprot angin kompresor) 50.000
6 tyre gun(penyemprot angin ke ban) 100.000
7 selang angin kompresor 10 meter 100.000
8 spray gun(untuk mengecat menggunakan) 200.000
9 mata gerinda duduk halus 107.000
10 fueller/heller 28.000
11 gergaji besi/mata gergaji 35.000
12 obeng plus satu set(besar,sedang,kecil) 50.000
13 obeng minus satu set(besar,sedang,kecil) 50.000
14 obeng panjang plus dan minus 50.000
15 obeng getok satu set 150.000
16 meja kerja buat ssendiri 500.000
17 kikir 20.000
18 obeng elektro plus dan minus 20.000
19 kunci ring pas ukuran(6 – 24 mm) 200.000
20 kunci shock dan mata shock 300.000
21 kunci L 50.000
22 kunci L bintang 65.000
23 kunci T shock(8,10,12,14,17,19 mm) 100.000
24 kunci inggris 10” 40.000
25 kunci busi motor bebek 20.000
26 kunci busi GL 20.000
27 kunci busi 2 tak 20.000
28 tang potong 20.000
29 tang kombinasi 25.000
30 tang snapring inner 32.500
31 tang snapring outter 32.500
32 tang buaya 10” 35.200
33 palu 35.000
34 palu karet 30.000
35 oil can 10.000
36 ragum/tangem 300.000
37 multitester 100.000
38 jangka sorong 200.000
39 soldier listrik 50.000
TOTAL HARGA Rp.5.065.200

*Harga ini dapat bervariasi sesuai kepandaian kita dalam menawar dan mengerti akan kualitas alat.
• Alat-alat administrasi Rp. 500.000
Buat buku besar,Nota bengkel,stempel,Kwitansi,kertas,bulpen,meja,bangku.
• Promosi Rp. 500.000
Kupon,Neon Box,brosur,Banner
3.MEMBANGUN BENGKEL(ASET) Rp.5.000.000
• Display Tempat Usaha
• Ruang Tunggu Ideal
TOTAL MODAL YANG DIBUTUHKAN Rp.37.000.000
PERKIRAAN PENGELUARAN
Listrik Rp. 200.000
Karyawan Rp. 900.000
Penyusutan Rp. 50.000
Tempat Rp.1.250.000
Keperluan Bengkel Rp. 300.000
• Oli Grease,Bensin,kain Lap,Amplas,caburator cleaner
Promosi Bengkel Rp. 200.000
• Brosur,Kupon`
Keperluan lainya
Biaya dadakan atau iuran Rp.200.000
TOTAL Rp.3.100.000
PERKIRAAN PEMASUKAN
Dalam hal pemasukan selain kita mengandalkan service rutin,motor modifikasi,penjualan spare part kita pun berinovasi dengan mengadakan system EDUCATION dan mengembangkan inovasi lain sesuai kebutuhan pasar.
1.JASA jmlh motor/hari income TOTAL/bulan
Service 2 Rp.25.000/motor Rp.1.500.000
Korekan racing 1 Rp.37.500/motor Rp.1.125.000
TOTAL Rp.2.625.000
2.SPARE PART
Moving part
10% dari modal Rp.5.000.000 Rp. 500.000
Racing
50% dari modal Rp.3.000.000 Rp.1.500.000
TOTAL Rp.1.750.000
3.EDUCATION
Teknik promosi media pengajaran
HARGA TARGET ANAK TOTAL/BULAN
STEP 1 Rp.10.000 5 Rp. 200.000
Step 2 Rp.20.000 5 Rp. 400.000
Step 3 Rp.30.000 5 Rp. 600.000
Step 4 Rp.40.000 5 Rp. 800.000
Step 5 Rp.50.000 5 Rp.1.000.000
TOTAL Rp.3.000.000
Perkiraan Dipotong Dana foto copy dan Izin Sekolah 33,4% Rp.1.000.000
PEMASUKAN DARI SYSTEM EDUCATION Rp.2.000.000
Pengeluaran BULAN ke-1 BULAN ke-2
Gaji Karyawan 900.000 900.000
Sewa Tempat 1.250.000 1.250.000
Listrik 200.000 200.000
Penyusutan 50.000 50.000
Biaya Operasional 700.000 700.000
Total 3.100.000 3.100.000

Pemasukan unit/hari Harga Jasa unit/hari Harga Jasa
service Rutin 2 20.000 1.200.000 3 20.000 1.800.000
Korekan Motor Racing 1 30.000 900.000 1 30.000 900.000
Spare Part modal Spare Part
Moving part 3% 5.000.000 150.000
Racing 1% 5.000.000 50.000
Dan Lain-Lain
Total 2.100.000 2.900.000

LABA BERSIH -1.000.000 -200.000

Pengeluaran BULAN ke-3 BULAN ke-4
Gaji Karyawan 900.000 900.000
Sewa Tempat 1.250.000 1.250.000
Listrik 200.000 200.000
Penyusutan 50.000 50.000
Biaya Operasional 700.000 700.000
Total 3.100.000 3.100.000

Pemasukan unit/hari Harga Jasa unit/hari Harga Jasa
service Rutin 3 20.000 1.800.000 4 25.000 3.000.000
Korekan Motor Racing 2 30.000 1.800.000 3 35.000 3.150.000
Spare Part
Moving part 4% 5.000.000 200.000 5% 5.000.000 250.000
Racing 2% 5.000.000 100.000 3% 5.000.000 150.000
Dan Lain-Lain Education 1500.000
Total 3.900.000 8.050.000

LABA BERSIH 800.000 4.950.000

Pengeluaran BULAN ke-5 BULAN ke-6
Gaji Karyawan 900.000 900.000
Sewa Tempat 1.250.000 1.250.000
Listrik 200.000 200.000
Penyusutan 50.000 50.000
Biaya Operasional 700.000 700.000
Total 3.100.000 3.100.000

Pemasukan unit/hari Harga Jasa unit/hari Harga Jasa
service Rutin 4 25.000 3.000.000 4 25.000 3.000.000
Korekan Motor Racing 3 35.000 3.150.000 3 35.000 3.150.000
Spare Part
Moving part 10% 5.000.000 500.000 10% 5.000.000 500.000
Racing 10% 5.000.000 500.000 20% 5.000.000 1.000.000
Dan Lain-Lain Education 1.000.000 Education 1.000.000
Total 8.150.000 8.650.000

LABA BERSIH 5.050.000 5.550.000

Pengeluaran BULAN ke-7 BULAN ke-8
Gaji Karyawan 900.000 900.000
Sewa Tempat 1.250.000 1.250.000
Listrik 200.000 200.000
Penyusutan 50.000 50.000
Biaya Operasional 700.000 700.000
Total 3.100.000 3.100.000

Pemasukan unit/hari Harga Jasa unit/hari Harga Jasa
service Rutin 5 25.000 3.750.000 5 25.000 3.750.000
Korekan Motor Racing 4 35.000 4.200.000 4 35.000 4.200.000
Spare Part
Moving part 10% 5.000.000 500.000 10% 5.000.000 500.000
Racing 40% 5.000.000 2.000.000 50% 5.000.000 2.500.000
Dan Lain-Lain Education 1.500.000
Total 10.450.000 12.450.000

LABA BERSIH 7.350.000 9.350.000

Pengeluaran BULAN ke-9 BULAN ke-10
Gaji Karyawan 900.000 900.000
Sewa Tempat 1.250.000 1.250.000
Listrik 200.000 200.000
Penyusutan 50.000 50.000
Biaya Operasional 700.000 700.000
Total 3.100.000 3.100.000

Pemasukan unit/hari Harga Jasa unit/hari Harga Jasa
service Rutin 4 25000 3.000.000 4 25.000 3.000.000
Korekan Motor Racing 4 35000 4.200.000 4 35.000 4.200.000
Spare Part
Moving part 10% 5000000 500.000 10% 5.000.000 500.000
Racing 50% 5000000 2.500.000 50% 5.000.000 2.500.000
Dan Lain-Lain Education 1.000.000 Education 2.000.000
Total 11.200.000 12.200.000

LABA BERSIH 8.100.000 9.100.000

Pengeluaran BULAN ke-11 BULAN ke-12
Gaji Karyawan 900.000 900.000
Sewa Tempat 1.250.000 1.250.000
Listrik 200.000 200.000
Penyusutan 50.000 50.000
Biaya Operasional 700.000 700.000
Total 3.100.000 3.100.000

Pemasukan unit/hari Harga Jasa unit/hari Harga Jasa
service Rutin 2 25.000 1.500.000 2 25.000 1.500.000
Korekan Motor Racing 3 35.000 3.150.000 3 35.000 3.150.000
Spare Part
Moving part 8% 5.000.000 400.000 10% 5.000.000 500.000
Racing 70% 5.000.000 3500.000 70% 5.000.000 3.500.000
Dan Lain-Lain Education
Total 8.550.000 8.650.000

LABA BERSIH 5.450.000 5.550.000

Gambar Grafik Pendapatan Bersih

TOTAL LABA BERSIH dalam 1 tahun Rp.60.050.000
Pembukuan ini adalah perkiraan kami yang sudah disurvey dilapangan dan pengalaman yang sudah berjalan.Diatas mungkin anda akan bertanya-tanya mengapa ada pemasukan lain selain Jasa dan Spare Part yaitu pemasukan dari Education.Hal tersebut akan kita jelaskan pada Bab Promosi.
E.PROMOSI
Dikarenakan kami memiliki kemampuan untuk memodifikasi motor maka kami akan mengejar salah satu target pasar target segment anak sekolah sebagai alat promosi bengkel maka diadakan teknik promosi EDUCATION,selain itu ada beberapa segment pasar umum seperti Jual-Beli motor bekas,para pekerja yang tinggal dipemukiman penduduk paling cocok diterapkan sistem KUPON.
1.TEKNIK EDUCATION
Ilmu otomotif khususnya modifikasi racing amat sangat diminati oleh sebagian besar kawula muda.Dalam hal ini kita akan berbagi ilmu dengan mereka,meskipun diluar banyak Les yang mengajari ilmu Racing namun dapat dihitung oleh jari dan mahal.Kita akan membantu mereka untuk mempermudah pengetahuan informasi akan ilmu modifikasi dan terjangkau.Hal ini kita lakukan diluar jam kerja untuk mendapatkan target tersebut
Harga pelatihan
Session 1 Rp.10.000/anak
Session 2 Rp.20.000/anak
Session 3 Rp.30.000/anak
Session 4 Rp.40.000/anak
Session 5 Rp.50.000/anak
Tujuan dari teknik ini adalah menciptakan generasi muda yang mengembangkan hobbynya menjadi usaha dan dari pihak kita akan mendapatkan relasi untuk menyebarkan nama bengkel,penjualan tiket,dan kandidat mekanik baru.
2.TEKNIK KUPON
Sering kita dengar bahwa ada teknik promosi dari mulut ke mulut.Kita akan mendekatkan seseorang yang dianggap memiliki potensi sebagai marketing seperti teman,komunitas motor,tukang ojek dan dealer motor bekas untuk kita kasih kupon.Kupon tersebut apabila disebar oleh mereka maka mereka mendapatkan komisi dari kita berdasarkan kupon yg balik kekita,karena pada tulisan kupon tersebut adalah “Service dapat kejutan dan Uang” maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menyebarkan kupon tersebut.
F.KEUNGGULAN KAMI
Banyak bengkel jalan yang menyediakan layanan jasanya akan perbaikan motor membuat persaingan semakin ketat,namun dibengkel kami layanan jasa yang sangat diutamakan,selagi membangun kekurangan kami yang dalam masalah spare part.Setelah melakukan survey 65% ucapan dari pengguna motor adalah pelayanan,tempat dan hasil yang memuaskan.Hal tersebut akan kami perkuat dengan adanya Pelayanan mutu standart dealer resmi yang diterapkan disini.Selain itu kami melakukan nilai Promosi yang berbeda seperti:
G.ANALISA SWOT
1.STRENGHT
• Pandi pendiri GRT sudah mengibarkan namanya dikancah para komunitas selain itu Pandi berpengalaman mengotak-atik kendaraan,dia memiliki basic dan hobby tentang modifikasi dan service bengkel.
• Agung berpengalaman dalam otomotif kendaraan berteknologi tinggi karena pernah sekolah PT.Mercedes-Benz Indonesia selain itu pernah menduduki jabatan Service Advisor yang dapat membaca management Bengkel.
• Mengetahui seluk beluk permintaan pasar yang ada di Pamulang,Ciputat,Jombang dan sekitarnya.
• Dapat mengajarkan atau Training tentang pelatihan Modifikasi Motor.
• Memperhatikan layanan service konsumen baik itu saat service maupun sesudah.
• Mempunya Teknik Promosi yang bersifat “mengejar bola”
2.WEAKNESS
• Tidak memiliki tempat sendiri.
3.OPPOTURNITY
• Para Pelajar yang suka modifikasi walaupun mereka tidak memiliki banyak uang namun mereka dapat dijadikan alat promosi yang baik.Pendekatan kepada mereka sangat dibutuhkan.
• Teknik Promosi Kupon belum pernah diterapkan dan hasil survey sangat diinginkan.
4.THREAT
• Banyaknya Bengkel Motor disegala daerah.
• Keterbatasan Modal Buat Spare Part.
• Tempat menentukan Kekuatan kami.
H.SYSTEM KERJA SAMA
System yang kami tawarkan dalam kerja sama bengkel ini adalah sytem BAGI HASIL.Dalam system bagi hasil diperlukan kejujuran satu sama lainnya karena itu diperlukan PEMBUKUAN yang akurat dan SYSTEM MANAGEMENT yang handal.Bagi Hasil disini adalah pembagian LABA BERSIH.Dengan keahlian kami maka kami akan memutarkan Modal yang anda Berikan dengan presentase PEMILIK MODAL 40% dan MANAJERIAL 60% dari LABA BERSIH.
Ada beberapa contoh kasus penanaman modal
1.SYSTEM TUNGGAL
Pemilik Modal memiliki kemampuan untuk memenuhi syarat dari kebutuhan MODAL awal,maka dia utuh mendapatkan Presentase sebesar 40% dari LABA BERSIH.
2.SYSTEM PATUNGAN
Ada beberapa pemilik modal yang mengumpulkan modalnya sampai mendapatkan modal yang diinginkan.Contoh dibutuhkan modal 40 juta ada beberapa pemilik modal si A 10jt,si B 5jt,si C 20 jt dan si D 5 jt.Maka didapatkan presentasinya adalah si A =25 %,si B=12.5%,si C=50% dan si D=12,5% dari presentase keuntungan pemilik modal contoh per tahun Laba bersih Rp.60.000.000/thn. Pemilik modal 40% dari Laba Bersih yaitu Rp.24.000.000/thn, maka si A mendapatkan 25% dari 24jt yaitu Rp.6.000.000/thn,si B 12.5%=Rp.3.000.000/thn,si C 50%=Rp.12.000.000/thn dan si D 12.5%=Rp.3.000.000 /thn.
TOTAL keseluruhan Rp.24.000.000/tahun.
I.KETENTUAN LAIN
Didalam usaha ini memiliki aset kurang lebih Rp.20.000.000 dari modal yang diperlukan dan aset ini sepenuhnya milik pihak pemilik modal dan kami pun memperhitungkan biaya maintenance dari aset yang dimiliki yaitu sekitar Rp.50.000/bulan.Biaya ini disebut Defisit atau biaya penyusutan yang termasuk dalam biaya pengeluaran.Harga ini dapat berubah sejalannya waktu dengan mempelajari komponen apalagi yang memerlukan biaya defisit.
J.PENUTUPAN
Demikianlah proposal kami untuk memajukan dan membuka tempat kerja untuk anak bangsa.Apabila anda berminat akan proposal ini,maka akan kita bicarakan mengenai peluang kerja sama dalam bidang ini.Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih.

boutique

0

A.Pendahuluan

I. Latar Belakang
Pada era globalisasi ini kebutuhan manusia akan semakin meningkat dan mengalami perubahan selera dari waktu ke waktu. Begitu pula kebutuhan akan sandang, pasti akan mengalami perubahan selera yang mengikuti mode terkini yang cenderung berkiblat pada budaya barat. Hal ini tentu dialami oleh sebagian besar orang, terutama kaum wanita yang tinggal di daerah perkotaan yang setiap harinya dituntut untuk berpenampilan cantik dan menarik.
Untuk itulah saya berinisiatif untuk mengembangkan bakat saya di dunia fashion styles dengan mendirikan sebuah butik baju-batik yang dilengkapi dengan salon kecantikan alami. Agar setiap wanita Indonesia dapat tetap terlihat cantik alami sekaligus mempertahankan budaya bangsa dengan mengenakan baju berbahan batik dengan gaya yang modern.

II. Visi
Mewujudkan wanita Indonesia yang berbudaya namun tetap modern. Serta mendapatkan keuntungan yang besar dari penjualan baju-baju yang didesain sendiri dengan inovasi yang berbeda.

III. Misi
i. Merancang busana bergaya modern dengan bahan utama kain batik
ii. Merancang aksesoris yang bermotif batik
iii. Menyediakan fasilitas salon kecantikan dengan bahan alami

IV. Alasan dan Tujuan Bisnis
Tujuan saya mendirikan usaha bisnis ini adalah memperkenalkan budaya batik kepada wanita Indonesia agar wanita Indonesia dapat mencintai budaya sendiri tanpa harus ketinggalan zaman. Alasan saya mendirikan usaha bisnis ini adalah karena sebagian besar wanita Indonesia khususnya di daerah perkotaan saat ini lebih menyukai gaya yang berkiblat pada budaya barat. Oleh karena itulah saya berusaha membangkitkan kembali gairah berbudaya wanita Indonesia dengan mengenakan busana batik yang modern.

B.Identitas Usaha

I. Nama Perusahaan : Butik Batik “WOW”
Nama butik “WOW” adalah singkatan dari Wonderful of Women, yang artinya mengandung makna bahwa di dalam diri wanita terdapat hal yang menakjubkan.

II. Lokasi Perusahaan
Alamat : Jl.Kemang Blok D no. 27, Jakarta.
Telepon/fax : 021-26002716
E-mail : http://www.butikbatikwow.com
Facebook : Butik Batik WOW
Twitter : @butikbatikWOW

III. Jam Kerja Perusahaan
Senin-Jumat : pukul 10.00-pukul 20.00
Sabtu-Minggu : pukul 08.00-pukul 21.00
C.Modal Usaha

I. Arus Kas
i. Pengeluaran
Kain batik Rp.152.000.000,-
30 Patung manekin Rp.16.000.000,-
4 AC Rp.12.000.000,-
2 Televisi Rp.3.000.000,-
2 sofa Rp.2.500.000,-
4 Karpet Permadani Rp.1.500.000,-
Peralatan kecantikan Rp.7.000.000,-
Lemari Baju Rp.5.000.000,-
1 komputer kasir Rp.3.500.000,-
Aksesoris Batik Rp.5.000.000,-
Renovasi bangunan Rp.150.000.000,-
Gaji 8 pegawai Rp.20.000.000,-
Beban TAL Rp.1.000.000,-

TOTAL Rp.378.500.000,-
ii. Pemasukan
Pendapatan belum dapat ditentukan karena usaha ini belum berjalan dan masih pada tahap perencanaan.

II. Sumber Dana
Tabungan Pribadi Rp.300.000.000,-
Pinjaman Bank Rp.78.500.000,-

TOTAL Rp.378.500.000,-

D.Analisis SWOT

Internal Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman
• Fasilitas yang nyaman dan memadai
• Tenaga kerja ahli yang telaten
• Manajemen yang teratur
• Senantiasa melakukan inovasi terbaru dalam mendesain pakaian • Pengalaman dalam mengelola perusahaan masih sangat terbatas
• Banyak budaya barat yang dapat menekan ide kreatif dalam mendesain pakaian • Suasana butik yang nyaman dapat membuat pengunjung nyaman pula
• Adanya fasilitas perawatan kecantikan alami • Integritas karyawan yang belum dapat dikenal secara baik
Eksternal Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman
• Lokasi strategis
• Mendapat dukungan yang baik dari masyarakat sekitar • Kurang populernya bahan batik di kalangan masyarakat
• Banyak pakaian produk luar negeri yang jauh lebih populer dan sudah lama menjadi favorit masyarakat • Adanya peningkatan permintaan dari masyarakat yang mulai menyadari pentingnya mempertahankan budaya dengan berbusana batik
• Banyaknya butik di sekitar lokasi BUTIK BATIK WOW
• Terjadinya krisis financial yang dapat menurunkan daya beli masyarakat

E.Perencanaan Taktis
Berikut ini adalah perencanaan taktis yang akan dilakukan oleh perusahaan :
• Melakukan promosi melalui media cetak maupun online.
• Memberikan pengarahan kepada pegawai agar memiliki kinerja yang profesional.
• Menyortir setiap bahan baku kain batik yang masuk.
• Mendesain baju dengan model terkini.
• Memberikan pelayanan yang terbaik kepada konsumen.
F.MANAJEMEN

Komponen organisasional yang akan diterapkan adalah :

• Satu orang Direktur Utama
(Vierena Tirza Dwivantiara)
Bertanggung jawab atas kelancaran keseluruhan proses produksi dan pemasaran, menciptakan sistem produksi dan pemasaran, melakukan negosiasi bisnis, mencari investor, dan menetapkan kebijakan-kebijakan yang berhubungan dengan pengembangan perusahaan dengan dibantu oleh para manajernya.

• Satu orang Administrasi dan Keuangan
(Risya Monica)
Bertanggung jawab mencatat transaksi dan melayani pembayaran, serta melakukan analisis keuangan.

• Satu orang Manajer Butik & tempat perawatan kecantikan alami (Dermawati Koesuma)
Bertanggung jawab atas kelancaran pengelolaan serta koordinasi karyawan dengan pelanggan dan perawatan aset.

• Tiga orang karyawan yang melayani customer
(Ranny Meisya, Dwita Nurhilfa, Nadya Kartini)
Bertugas melayani permintaan customer dan menginformasikan kualitas setiap produk yang dijual.

• Dua orang ahli perawatan kecantikan tradisional
(Lusiana Dewi dan Debora Ardi)
Bertugas melayani permintaan perawatan kecantikan serta bertanggung jawab atas pelayanan fasilitas tambahan (salon kecantikan).

• Satu orang Security
(Ucup Sumadri)
Bertanggung jawab menja

0

moneter,fiskal,inflasi dan p[engangguran

KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan

Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :

1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar

2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu)

Kebijakan moneter dapat dilakukan dengan menjalankan instrumen kebijakan moneter, yaitu antara lain :

1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.

2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.

3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.

4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian.

B. Arti Definisi / Pengertian Kebijakan Fiskal (Fiscal Policy)

Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.

Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.

Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran :

1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif
Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif.

2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif
Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.

3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget)
Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disipliHubungan Pengangguran dan Inflasi Perekonomian di Indonesia

Pengangguran dan Pengertiannya

Dalam indikator ekonomi makro ada tiga hal terutama yang menjadi pokok
permasalahan ekonomi makro. Pertama adalah masalah pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan ekonomi dapat dikategorikan baik jika angka pertumbuhan positif
dan bukannya negatif. Kedua adalah masalah inflasi. Inflasi adalah indikator
pergerakan harga-harga barang dan jasa secara umum, yang secara bersamaan
juga berkaitan dengan kemampuan daya beli. Inflasi mencerminkan stabilitas
harga, semakin rendah nilai suatu inflasi berarti semakin besar adanya kecenderungan ke arah stabilitas harga. Namun masalah inflasi tidak hanya
berkaitan dengan melonjaknya harga suatu barang dan jasa.

Inflasi juga sangat berkaitan dengan purchasing power atau daya beli dari masyaraka.
Sedangkan daya beli masyarakat sangat bergantung kepada upah riil. Inflasi
sebenarnya tidak terlalu bermasalah jika kenaikan harga dibarengi dengan
kenaikan upah riil. Masalah ketiga adalah pengangguran. Memang masalah
pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di
negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali
dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan
pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi. Masalah
pengangguran itu sendiri tidak hanya terjadi di negara-negara berkembang
namun juga dialami oleh negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di
negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara
berkembang karena hanya berkaitan dengan pasang surutnya business cycle dan
bukannya karena faktor kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk,
ataupun masalah sosial politik di negara tersebut. Melalui artikel inilah
saya mencoba untuk mengangkat masalah pengangguran dengan segala dampaknya
di Indonesia yang menurut pengamatan saya sudah semakin memprihatinkan
terutama ketika negara kita terkena imbas dari krisis ekonomi sejak tahun
1997 .

Apa itu pengangguran? Pengangguran adalah suatu kondisi di mana orang tidak
dapat bekerja, karena tidak tersedianya lapangan pekerjaan.
Ada berbagai
macam tipe pengangguran, misalnya pengangguran teknologis, pengangguran
friksional dan pengangguran struktural. Tingginya angka pengangguran,
masalah ledakan penduduk, distribusi pendapatan yang tidak merata, dan
berbagai permasalahan lainnya di negara kita menjadi salah satu faktor utama
rendahnya taraf hidup para penduduk di negara kita. Namun yang menjadi
manifestasi utama sekaligus faktor penyebab rendahnya taraf hidup di
negara-negara berkembang adalah terbatasnya penyerapan sumber daya, termasuk
sumber daya manusia. Jika dibandingkan dengan negara-negara maju,
pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relatif
lebih rendah daripada yang dilakukan di negara-negara maju karena buruknya
efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam
maupun sumber daya manusia. Dua penyebab utama dari rendahnya pemanfaatan
sumber daya manusia adalah karena tingkat pengangguran penuh dan tingkat
pengangguran terselubung yang terlalu tinggi dan terus melonjak.
Pengangguran penuh atau terbuka yakni terdiri dari orang-orang yang
sebenarnya mampu dan ingin bekerja, akan tetapi tidak mendapatkan lapangan
pekerjaan sama sekali. Berdasarkan data dari Depnaker pada tahun 1997 jumlah
pengangguran terbuka saja sudah mencapai sekitar 10% dari sekitar 90 juta
angkatan kerja yang ada di Indonesia, dan jumlah inipun belum mencakup
pengangguran terselubung. Jika persentase pengangguran total dengan
melibatkan jumlah pengangguran terselubung dan terbuka hendak dilihat
angkanya, maka angkanya sudah mencapai 40% dari 90 juta angkatan kerja yang
berarti jumlah penganggur mencapai sekitar 36 juta orang. Adapun
pengangguran terselubung adalah orang-orang yang menganggur karena bekerja
di bawah kapasitas optimalnya. Para penganggur terselubung ini adalah
orang-orang yang bekerja di bawah 35 jam dalam satu minggunya. Jika kita
berasumsi bahwa krisis ekonomi hingga saat ini belum juga bisa terselesaikan
maka angka-angka tadi dipastikan akan lebih melonjak.

Ledakan Pengangguran

Akibat krisis finansial yang memporak-porandakan perkonomian nasional,
banyak para pengusaha yang bangkrut karena dililit hutang bank atau hutang
ke rekan bisnis. Begitu banyak pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa
di-PHK oleh perusahaan di mana tempat ia bekerja dalam rangka pengurangan
besarnya cost yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. Hal inilah
yang menjadi salah satu pemicu terjadinya ledakan pengangguran yakni
pelonjakan angka pengangguran dalam waktu yang relatif singkat.

Awal ledakan pengangguran sebenarnya bisa diketahui sejak sekitar tahun 1997
akhir atau 1998 awal. Ketika terjadi krisis moneter yang hebat melanda Asia
khususnya Asia Tenggara mendorong terciptanya likuiditas ketat sebagai
reaksi terhadap gejolak moneter. Di Indonesia, kebijakan likuidasi atas 16
bank akhir November 1997 saja sudah bisa membuat sekitar 8000 karyawannya
menganggur. Dan dalam selang waktu yang tidak relatif lama, 7.196 pekerja
dari 10 perusahaan sudah di PHK dari pabrik-pabrik mereka di Jawa Barat,
Jakarta, Yogyakarta, dan Sumatera Selatan berdasarkan data pada akhir
Desember 1997. Ledakan pengangguranpun berlanjut di tahun 1998, di mana
sekitar 1,4 juta pengangguran terbuka baru akan terjadi. Dengan perekonomian
yang hanya tumbuh sekitar 3,5 sampai 4%, maka tenaga kerja yang bisa diserap
sekitar 1,3 juta orang dari tambahan angkatan kerja sekitar 2,7 juta orang.
Sisanya menjadi tambahan pengangguran terbuka tadi. Total pengangguran
jadinya akan melampaui 10 juta orang. Berdasarkan pengalaman, jika kita
mengacu pada data-data pada tahun 1996 maka pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5
sampai 4% belumlah memadai, seharusnya pertumbuhan ekonomi yang ideal bagi
negara berkembang macam Indonesia adalah di atas 6%.

Berdasarkan data sepanjang di tahun 1996, perekonomian hanya mampu menyerap
85,7 juta orang dari jumlah angkatan kerja 90,1 juta orang. Tahun 1996
perekonomian mampu menyerap jumlah tenaga kerja dalam jumlah relatif besar
karena ekonomi nasional tumbuh hingga 7,98 persen. Tahun 1997 dan 1998,
pertumbuhan ekonomi dapat dipastikan tidak secerah tahun 1996. Pada tahun
1998 krisis ekonomi bertambah parah karena banyak wilayah Indonesia yang
diterpa musim kering, inflasi yang terjadi di banyak daerah, krisis moneter
di dalam negeri maupun di negara-negara mitra dagang seperti sesama ASEAN,
Korsel dan Jepang akan sangat berpengaruh. Jika kita masih berpatokan dengan
asumsi keadaan di atas, maka ledakan pengangguran diperkirakan akan
berlangsung terus sepanjang tahun-tahun ke depan.

Memang ketika kita menginjak tahun 2000, jumlah pengangguran di tahun 2000
ini sudah menurun dibanding tahun 1999. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi
tahun 2000 yang meningkat menjadi 4,8 persen. Pengangguran tahun 1999 yang
semula 6,01 juga turun menjadi 5,87 juta orang. Sedang setengah pengangguran
atau pengangguran terselubung juga menurun dari 31,7 juta menjadi 30,1 juta
orang pada tahun 2000. Jumlah pengangguran saat ini mencapat sekitar 35,97
juta orang, namun pemerintah masih memfokuskan penanggulangan pengangguran
ini pada 16,48 juta orang. Jumlah pengangguran saat ini yaitu pada tahu 2001
mencapai 35,97 juta orang yang diperkirakan bisa bertambah bila pemulihan
ekonomi tidak segera berjalan dengan baik. Karena hal inilah maka pemerintah
perlu berusaha semaksimal mungkin untuk mencari investor asing guna
menanamkan modalnya di sini sehingga lapangan pekerjaan baru dapat tercipta
untuk dapat menyerap sebanyak mungkin tenaga kerja.

Berdasarkan perhitungan maka pada saat ini perekonomian negara kita
memerlukan pertumbuhan ekonomi minimal 6 persen, meski idealnya diatas 6
persen, sehingga bisa menampung paling tidak 2,4 juta angkatan kerja baru.
Sebab dari satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap sektiar 400 ribu
angkatan kerja. Ini juga ditambah dengan peluang kerja di luar negeri yang
rata-rata bisa menampung 500 ribu angkatan kerja setiap tahunnya. Untuk
memacu pertumbuhan ekonomi yang pesat maka mau tidak mau negara kita
terpaksa harus menarik investasi asing karena sangatlah sulit untuk
mengharapkan banyak dari investasi dalam negeri mengingat justru di dalam
negeri para pengusaha besar banyak yang berhutang ke luar negeri. Hal ini
bertambah parah karena hutang para pengusaha (sektor swasta) dan pemerintah
dalam bentuk dolar. Sementara pada saat ini nilai tukar rupiah begitu rendah
(undervalue) terhadap dolar.

Namun menarik para investor asingpun bukan merupakan pekerjaan yang mudah
jika kita berkaca pada situasi dan kondisi sekarang ini. Suhu politik yang
semakin memanas, kerawanan sosial, teror bom, faktor desintegrasi bangsa,
dan berbagai masalah lainnya akan membuat para investor asing enggan untuk
menanamkan modalnya di Indonesia. Karena itulah maka situasi dan kondisi
yang kondusif haruslah diupayakan dan dipertahankan guna menarik investor
asing masuk kemari dan menjaga agar para investor asing yang sudah
menanamkan modalnya asing tidak lagi menarik modalnya ke luar yang nantinya
akan berakibat capital outflow.

Masalah Pengangguran dan Krisis Sosial

Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka
sangat besar kemungkinannya untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu
krisis sosial ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya
angka kenakalan remaja, melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman, dan
besarnya kemungkinan untuk terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa
menghantui masyarakat kita.

Bagi banyak orang, mendapatkan sebuah pekerjaan seperti mendapatkan harga
diri. Kehilangan pekerjaan bisa dianggap kehilangan harga diri. Walaupun
bukan pilihan semua orang, di zaman serba susah begini pengangguran dapat
dianggap sebagai nasib. Seseorang bisa saja diputus hubungan kerja karena
perusahaannya bangkrut. Padahal di masyarakat, jutaan penganggur juga antri
menanti tenaganya dimanfaatkan.
Besarnya jumlah pengangguran di Indonesia lambat-laun akan menimbulkan
banyak masalah sosial yang nantinya akan menjadi suatu krisis sosial, karena
banyak orang yang frustasi menghadapi nasibnya. Pengangguran yang terjadi
tidak saja menimpa para pencari kerja yang baru lulus sekolah, melainkan
juga menimpa orangtua yang kehilangan pekerjaan karena kantor dan pabriknya
tutup. Indikator masalah sosial bisa dilihat dari begitu banyaknya anak-anak
yang mulai turun ke jalan. Mereka menjadi pengamen, pedagang asongan maupun
pelaku tindak kriminalitas. Mereka adalah generasi yang kehilangan
kesempatan memperoleh pendidikan maupun pembinaan yang baik.

Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran di negara
kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal
sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal, mereka
kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di
sektor informal. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan bisa melakukan
inovasi menciptakan kerja, entah sebagai joki yang menumpang di mobil atau
joki payung kalau hujan. Juga para pedagang kaki lima dan tukang becak,
bahkan orang demo saja dibayar. Yang menjadi kekhawatiran adalah jika banyak
para penganggur yang mencari jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak
halal. Banyak dari mereka yang menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri,
preman, penjual narkoba, dan sebagainya. Bahkan tidak sedikit mereka yang
dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi kepentingan politik salah satu
kelompok tertentu yang masih erat hubungannya dengan para pentolan Orba. Ada
juga yang menyertakan diri menjadi anggota laskar jihad yang dikirim ke
Ambon dengan dalih membela agama. Padahal di sana mereka cuma jadi perusuh
yang doyan menjarah, memperkosa, dan membunuh orang-orang Maluku yang tidak
berdosa. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh pemerintah jika krisis
sosial tidak ingin berlanjut terus.

Masalah Pengangguran dan Inflasi
Setelah dalam sepuluh tahun terakhir laju inflasi nasional mampu
dipertahankan di bawah angka sepuluh persen, namun pada tahun 1997 laju
inflasi akhirnya menembus angka dua digit, yaitu 11,05 persen. Laju inflasi
tahun 1997 itu jauh lebih tinggi jika dibandingkan inflasi 1996 yang 6,47
persen. Hal itu terjadi, di samping karena kemarau panjang, antara lain juga
akibat krisis moneter yang akhirnya melebar jadi krisis ekonomi. Inflasi
bulan Desember 1997 saja tercatat 2,04 persen. Dengan angka inflasi 11,05
persen, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai negara yang memiliki angka
inflasi tertinggi di ASEAN, setidaknya dalam tiga tahun terakhir ini.
Tingginya angka inflasi karena tidak seimbangnya antara permintaan dan
penawaran barang dan jasa.

Ini membuktikan tingginya laju inflasi di negara kita lebih banyak
dipengaruhi sektor riil, bukan sektor moneter. Jika kita mengambil
kesimpulan mengenai masalah inflasi di Indonesia bahwa ternyata laju inflasi
tidak semata ditentukan faktor moneter, tapi juga faktor fisik. Ada empat
faktor yang menentukan tingkat inflasi. Pertama, uang yang beredar baik uang
tunai maupun giro. Kedua, perbandingan antara sektor moneter dan fisik
barang yang tersedia. Ketiga, tingkat suku bunga bank juga ikut mempengaruhi
laju inflasi. Suku bunga di Indonesia termasuk lebih tinggi dibandingkan
negara di kawasan Asia. Keempat, tingkat inflasi ditentukan faktor fisik
prasarana. Melonjaknya inflasipun karena dipicu oleh kebijakan pemerintah
yang menarik subisidi sehingga harga listrik dan BBM meningkat. Kenaikan BBM
ini telah menggenjot tingkat inflasi bulan Juni 2001 menjadi 1,67 persen.
Dampak ini masih terasa sampai bulan Juli 2001 yang akan memberikan
sumbangan inflasi antara 0,3-1 persen. Efek domino yang ditimbulkan pun
masih menjadi pemicu kenaikan harga lainnya. Diperkirakan inflasi tahun ini
tembus dua digit. Kebijakan kenaikan harga BBM per 15 Juni 2001, menjadi
pemicu kenaikan harga-harga kebutuhan pokok lainnya. Kenaikan BBM tersebut
cukup memberatkan masyarakat lapisan bawah karena dapat menimbulkan
multiplier effect, mendorong kenaikan harga jenis barang lainnya yang dalam
proses produksi maupun distribusinya menggunakan BBM.

Tingginya angka inflasi selanjutnya akan menurunkan daya beli masyarakat.
Untuk bisa bertahan pada tingkat daya beli seperti sebelumnya, para pekerja
harus mendapatkan gaji paling tidak sebesar tingkat inflasi. Kalau tidak,
rakyat tidak lagi mampu membeli barang-barang yang diproduksi. Jika
barang-barang yang diproduksi tidak ada yang membeli maka akan banyak
perusahaan yang berkurang keuntungannya. Jika keuntungan perusahaan
berkurang maka perusahaan akan berusaha untuk mereduksi cost sebagai
konsekuensi atas berkurangnya keuntungan perusahaan. Hal inilah yang akan
mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah pekerja/buruhnya dengan mem-PHK
para buruh. Salah satu dari jalan keluar dari krisis ini adalah menstabilkan
rupiah. Membaiknya nilai tukar rupiah tidak hanya tergantung kepada money
suplly dari IMF, tetapi juga investor asing (global investment society)
mengalirkan modalnya masuk ke Indonesia (capital inflow). Karena hal inilah
maka pengendalian laju inflasi adalah penting dalam rangka mengendalikan
angka pengangguran.

 

 

SURAT MENYURAT

0

Surat adalah selembar kertas yang berisi informasi, pesan, pertanyaan, dan tanggapan yang sesuai dengan keinginan penulis surat.  Kegiatan berkomunikasi dengan surat disebut surat-menyurat atau korespondensi.

Apabila surat itu dari suatu instansi berisi informasi yang menyangkut kepentingan dan kegiatan dinas instansi yang bersangkutan, surat semacam itu disebut surat dinas atau surat resmi. Bila menyangkut kegiatan bisnis disebut surat bisnis.

 

2. Fungsi Surat

Surat mempunyai beberapa fungsi, yaitu:

a. sebagai bukti nyata hitam di atas putih, terutama surat-surat perjanjian

b. sebagai alat pengingat karena surat dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi jika

diperlukan

c. sebagai bukti sejarah

d. sebagai pedoman kerja dalam melaksanakan tugas

e. sebagai duta atau wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicaranya.

f. sebagai alat promosi

g. sebagai bahan untuk mengambil keputusan (misalnya surat penawaran dan

surat pelaporan)

Jika dibandingkan dengan alat komunikasi lain, surat memiliki kelebihan, yaitu dapat mengurangi kesalahpahaman dalam berkomunikasi karena penulis dapat menyampaikan maksudnya dengan sejelas-jelasnya. Selain itu, pembaca dapat membacanya berulang-ulang apabila dirasakan belum mengetahui betul isinya. Kelebihan yang lain adalah bahwa biaya surat-menyurat yang digunakan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan biaya telepon atau telegraf.

 

3. Jenis Surat

a. Menurut jenisnya: surat pribadi, surat niaga, surat dinas

Menurut  tujuan atau sasaran penerima: surat lamaran pekerjaan, surat permintaan harga, dan surat perjanjian

Menurut  wujud dan bentuknya: surat bersampul, warkat pos, kartu pos, nota, memo,  telegram, teleks, dan faksimile

d.  Menurut sifat isinya: surat biasa, dan surat konfidensial

e.  Menurut kecepatan penyelesaian: surat biasa, segera, sangat segera

f.  Menurut cara penyampaiannya: surat  biasa, kilat, kilat khusus, dan tercatat

 

4. Syarat Surat yang Baik

a. Ditulis dengan teknik penyusunan yang benar

1) bagian-bagian surat diurutkan sesuai dengan jenis surat yang akan dibuat

2) pengetikan yang benar, jelas, bersih, serta rapi

3) kertas sesuai dengan ukuran yang baku (kuarto/folio), jenis kertas HVS,

warna (putih, kuning, biru muda, dan merah jambu)

4) penggunaan bentuk surat (style) yang lazim

b. Isi surat dinyatakan dengan ringkas, jelas, dan eksplisit sehingga penerima

surat dapat memahami isinya dengan tepat sehingga penerima dapat

memberikan tanggapan yang tepat pula

c. Bahasa surat disusun sesuai dengan kaidah yang baku (ejaan, diksi, kalimat,

dan paragraf), jelas, ringkas, lugas, sopan, dan komunikatif

d. Faktor pendukung yaitu memahami:

1) masalah yang akan dikemukakan

2) peraturan menegnai masalah tersebut

3) posisi serta bidang penulis surat dan penerima surat

 

5. Bentuk Surat

Bentuk surat (style) adalah tata letak bagian-bagian surat, yaitu dari kepala

surat sampai dengan inisial surat. Ia menyiratkan segi estetika serta

kepraktisan.

Menurut sejarah persuratan, bentuk yang diperkenalkan oleh Belanda adalah bentuk lekuk (intended style) yang dikenal sebagai bentuk lama, sedangkan bentuk lurus (block style) merupakan pengaruh Amerika, dikenal dengan bentuk baru. Kedua bentuk itu mempunyai beberapa variasi sehingga terdapat enam bentuk surat. Keenam bentuk itu adalah sebagai berikut: 

format lurus penuh (full block style)

b.   format lurus (block style)

c.   format setengah lurus a  (semi block style)

d.   format setengah lurus b  (semi block style b)

e. format lekuk  (intended style)

f.  format paragraf menggantung (hanging paragraf style)

Semua format surat dinas tersebut di atas sering dijumpai dan digunakan oleh berbagai instansi, baik pemerintah mau pun swasta; kecuali format lekuk atau bergerigi dan format paragraf  menggantung.

Format setengah lurus a  termasuk format surat resmi Indonesia versi lama, sedangkan format setengah lurus b termasuk format surat resmi Indonesia versi baru yang dilazimkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, karena dianggap lebih efisien dan lebih menarik.  Walaupun pada dasarnya tidak ada format yang dibakukan, namun Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa menganjurkan agar yang dipakai adalah format setengah lurus b

B. BAGIAN-BAGIAN SURAT NIAGA

Bagian ini disebut juga redaksi surat,  yang (harus) ada dalam sebuah surat, yaitu:

 

1. Kepala Surat atau Kop Surat

Sebagai penunjuk identitas pengirim surat. Surat resmi pemerintah atau perusahaan ditulis di atas kertas yang sudah berkepala surat (biasanya sudah dicetak). Kepala surat ini dapat juga dipakai sebagai alat promosi, dengan mencantumkan bidang usaha, kantor-kantor cabang,   bank-bank langganannya, dan nomor alat komunikasi seperti telepon, teleks, kotak pos, dan faksimili.

Unsur-unsur kepala surat adalah:

a. unsur utama: nama perusahaan, alamat lengkap, nomor telepon

b. unsur tambahan: logo/simbol jawatan/perusahaan, nama bank langganan,

alamat kantor cabang, dan bidang usaha

Pencetakan kepala surat adalah sebagai berikut:

Salah: P.T. RADIO FREQUENCY COMMUNICATION

(Manufacturing Consulting System Design-Communication System)

Jl. Ir. H. Juanda No. 47 B.O. Box 70 Bandung

Telephone (022)912345, 674432

Facsimile (022) 977765

Telex 28765 FRCBGIA

Benar: PT RADIO FREQUENCY COMMUNICATION

(Manufacturing Consulting System Design-Communication System)

Jalan Ir. H. Juanda No. 47 Kotak Pos 70 Bandung 40136

Telepon (022)912345, 674432

Faksimile (022) 977765

Teleks 28765 FRCBGIA

 

2. Tanggal Surat

Tanggal surat berfungsi untuk memberi tahu kepada si penerima surat kapan surat itu ditulis.    Tanggal surat dinas tidak perlu didahului nama kota, karena nama kota sudah tercantum pada kepala surat. Nama bulan jangan disingkat atau ditulis dengan angka (November menjadi Nov. atau 11). Tahun juga ditulis lengkap, tidak disingkat dengan tanda koma di atas. Akhir tanggal surat tidak dibubuhkan tanda baca apa pun.

Ketentuan tersebut di atas tidak berlaku untuk penulisan surat pribadi.

Salah: Jakarta, 28 Okt. 1987                   Benar: 28 Oktober 1987

Bandung, 28-10-‘87

3. Nomor Surat

Setiap surat keluar dari sebuah jawatan atau perusahaan harus diberi nomor untuk memudahkan pengagendaan,  pengarsipan, dan pengacuan di dalam balasan surat.  Oleh penerima surat nomor surat yang diterima dapat disebutkan sebagai acuan atau petunjuk di dalam surat jawaban.  Demikian pula memudahkan mencari surat itu kembali jika diperlukan, dan mengetahui setiap waktu banyaknya surat yang keluar.

Nomor urut surat hanya berlaku untuk tahun yang bersangkutan. Pada awal Januari tahun berikutnya diurutkan kembali dari nomor satu dan seterusnya hingga akhir Desember.

Setiap perusahaan mempunyai kode penomoran sendiri, namun sekurang-kurangnya penomoran surat menunjukkan nomor surat keluar, kode (jenis) surat, bulan, dan tahu surat.

Contoh: Nomor: 35/SP/IV/1992

Keterangan: 35 – nomor urut surat keluar

SP – singkatan dari Surat Penawaran

IV  –  penanda bulan (April) saat surat dikirim

1992 –  tahun surat dikirim

Pada surat berjudul, nomor surat ditulis di bawah judul surat tanpa garis pemisah.

Salah: SURAT KETERANGAN

Nomor: SK/45/II/1994

 

Benar: SURAT TUGAS

Nomor: 32/ST/III/1994

Penulisan nomor dan kode surat diatur sebagai berikut:

Kata Nomor (lengkap) diikuti tanda titik dua atau jika nomor itu disingkat dengan No., penulisannya diikuti tanda titik, kemudian tanda titik dua. Garis miring yang digunakan dalam nomor dan kode surat tidak didahului dan tidak diikuti spasi. Angka tahun ditulis dengan lengkap, dan tidak diikuti tanda baca apa pun.

 

Salah:  Nomor:32421/F8/UI.5/87.-         Benar: Nomor: 3245/F8/UI.5/1987

No:32421/F8/UI.5/87.-                            No.: 32421/F8/UI.5/1987

 

4. Lampiran

Penulisan Lampiran setelah nomor surat berguna agar penerima surat dapat  meneliti dan melihat kembali banyaknya sesuatu yang dilampirkan.  Yang dilampirkan itu dapat berupa buku, fotokopi surat keterangan yang diperlukan, brosur, kuitansi, dan sebagainya.

Penulisan Lampiran mengikuti aturan sebagai berikut:

Kata Lampiran atau Lamp. diikuti tanda titik dua. Kemudian dicantumkan

jumlah yang dilampirkan, tidak diikuti tanda baca apa pun.

Salah:  Lampiran: satu berkas                        Benar: Lampiran: Satu berkas

Lamp.: dua eksemplar                                    Lamp.: Dua eksemplar

Lamp.: seratus dua eksemplar                       Lamp.: 102 eksemplar

Huruf awal kata satu dan dua harus kapital, sedangkan kata yang lain dengan huruf kecil semua. Pada akhir lampiran tidak perlu ada tanda baca apa pun. Jika bilangan yang menunjukkan jumlah  barang pada lampiran dapat dituliskan dengan satu atau dua angka, bilangan tersebut dituliskan dengan huruf (seperti Satu berkas, Dua eksemplar). Akan tetapi, jika bilangan itu lebih dari dua angka, pencantumannya dalam lampiran dengan angka (misalnya: 102 eksemplar).

Salah Benar

Lampiran                                                     Lampiran

1. Lima lembar salinan ijazah                      1. Salinan ijazah lima lembar

2. Tiga lembar fotokopi surat kesehatan    2. Fotokopi surat kesehatan tiga

lembar

3. Tiga lembar pasfoto                                3. Pasfoto tiga lembar

Bila tidak ada yang dilampirkan, kata Lampiran tidak perlu dicantumkan.

Salah Lampiran: –

Lamp.: 0

 

 

5. Hal Surat

Penulisan Hal setelah Lampiran berguna agar pembaca dengan cepat mengetahui hal yang dibicarakan dalam surat tersebut sebelum membaca isi surat selengkapnya. Hal surat dituliskan dengan singkat.   Sebaiknya digunakan kata Hal dan bukan Perihal.

Penulisan Hal yang salah

Hal: Penentuan petugas pameran (dalam rangka Dies Natalis VI dan Lustrum II)

yang akan diselenggarakan tanggal 5-10 Oktober 1987

Hal: Permintaan bantuan tenaga pengajar mata kuliah bahasa Indonesia

untuk  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Jakarta

Penulisan Hal yang benar

Hal: Petugas pameran Dies Natalis

Hal: Permintaan bantuan tenaga pengajar

6. Alamat (dalam) Surat

Alamat (bagian dalam) surat digunakan sebagai petunjuk langsung siapa yang harus menerima surat. Alamat yang dituju ini sebenarnya tercantum pula dalam sampul surat. Alamat (dalam surat) sekaligus dapat berfungsi sebagai alamat luar jika digunakan sampul berjendela.

Penulisan alamat (dalam) surat diatur sebagai berikut:

a. Alamat yang dituju ditulis di sebelah kiri surat pada jarak tengah antara hal

surat dan salam pembuka. Posisi alamat surat pada sisi sebelah kiri ini lebih

menguntungkan daripada dituliskan di sebelah kanan karena kemungkinan

pemenggalan alamat tidak ada. Alamat yang cukup panjang pun dapat

dituliskan tanpa dipenggal karena tempatnya cukup leluasa

Alamat surat tidak diawali kata kepada karena kata tersebut berfungsi sebagai penghubung intrakalimat yang menyatakan arah. (Alamat pengirim pun tidak didahului kata dari karena kata dari berfungsi sebagai penghubung intrakalimat yang menyatakan asal)

Alamat yang dituju diawali dengan Yth. (diiukuti titik) atau Yang terhormat

(tidak diikuti titik)

Sebelum mencantumkan nama orang yang dituju, biasanya penulis surat mencantumkan sapaan Ibu, Bapak, Saudara atau Sdr.

Jika nama orang yang dituju bergelar akademik yang ditulis di depan namanya, seperti Drs., Ir., dan Drg., kata sapaan Bapak, Ibu, dan Saudara tidak digunakan. Demikian juga, jika alamat yang dituju itu memiliki pangkat, seperti sersan atau kapten, kata sapaan Bapak, Ibu, atau Saudara tidak digunakan.  Jika yang dituju adalah jabatan orang tersebut seperti direktur PT atau kepala instansi tertentu, kata sapaan juga tidak digunakan. Ketentuan-ketentuan ini bertujuan agar sapaan Bapak, Ibu, atau Sdr. tidak berimpit dengan gelar, pangkat, atau dengan jabatan.

Penulisan  alamat yang salah

Kepada Yth. Bapak Ibu Dr. Sunarti         Kepada Yth. Bapak Mayor Nasikun

Penulisan alamat yang benar

Yth. Dr. Sunarti                                        Yth. Mayor Nasikun

Penulisan kata Jalan pada alamat tidak disingkat. Nama gang, nomor, RT, dan RW dituliskan lengkap dengan huruf kapital setiap awal kata. Nama kota dan propinsi dituliskan dengan huruf awal kapital, tidak digarisbawahi atau diberti tanda baca apa pun. Alamat pengirim dan alamat tujuan perlu dicantumkan kode pos, jika kota itu telah memilikinya.

Penulisan alamat yang salah

Kepada Yth. Ibu Dr. Sunarti          Kepada Yth. Bapak Kepala Desa Tangkil

Jl. Buntar V. No.2                          Kecamatan Sudayu

Bandung                                        Kabupaten Ponorogo

JAWA BARAT                                JAWA TIMUR

 

 

Penulisan alamat yang benar

Yth. Dr. Sunarti                            Yth. Kepala Desa Tangkil

Jalan Buntar V. No.2                     Kecamatan Sudayu

Bandung                                        Kabupaten Ponorogo

JAWA BARAT                                JAWA TIMUR

.

Ada kalanya alamat yang dituju oleh penulis tidak jelas. Misalnya, penulis tidak tahu persis kepada siapa surat tersebut dialamatkan. Kalau demikian, penulis surat harus menggunakan alamat yang umum saja, seperti pimpinan, sehingga  alamat itu ditulis sebagai berikut:

Yth. Pimpinan Bank Mandiri                    Yth. Pimpinan SLB Citra

Jalan Sukarno-Hatta                                Jalan Sangkuriang  22

Bandung                                                  Bogor

Catatan:  Pimpinan berarti ‘staf yang memimpin’ (beberapa orang)

Pemimpin berarti ‘pucuk pimpinan’ (satu orang).

Penulisan alamat yang kurang tepat.

Yth. Bank Mandiri                                  Yth. SLB Citra

Jalan Sukarno-Hatta                              Jalan Sangkuriang 22

Bandung                                                Bogor

Penulisan alamat seperti dua contoh terakhir ini disebut kurang tepat karena   tidak jelas siapa yang berhak membuka surat tersebut.

Jika berkirim surat kepada seseorang berdasar iklan surat kabar,

hendaklah surat itu ditujukan kepada pemasang iklan, bukan kepada iklannya.

Salah: Yth. Iklan pada harian Tempo Yth. Iklan pada harian Sindo

P.O. Box  2619  Jakarta 10001              Tromolpos 16 JKSMP

Di bawah no. 658                                   Jakarta 12920 B

Benar: Yth. Pemasang Iklan                    Yth. Kepala Bagian Personalia

pada harian Tempo Pemasang Iklan pada harian Sindo

Kotak Pos 2619 Jakarta 10001    Tromol Pos 16 JKSMP

Di Bawah No. 658                         Jakarta 12920 B

Dalam alamat yang dituju kadang-kadang digunakan singkatan u.p. (untuk perhatian). Bentuk singkatan u.p. digunakan di depan nama bagian dari suatu instansi apabila masalah surat   dipandang cukup dapat diselesaikan oleh pejabat yang tercantum setelah u.p. tanpa diperlukan penentuan kebijaksanaan langsung pemimpin/kepala instansi yang bersangkutan.

Contoh:

Yth. Kepala Direktorat Jendral Agraria

u.p. Kepala Subbagian Tata Guna Tanah

Jalan Merdeka Barat 15

Jakarta 13220

7.  Salam Pembuka

Salam  pembuka merupakan tanda hormat penulis surat sebelum penulis surat berkomunikasi. Salam pembuka dalam surat resmi perlu dipertahankan karena bagian ini merupakan salah satu penanda surat yang sopan dan adab.

Salam pembuka dicantumkan di sebelah kiri satu garis tepi dengan nomor, lampiran, hal, dan alamat surat. Huruf pertama awal kata ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata yang lain ditulis dengan huruf kecil semua, kemudian salam pemuka itu diikuti koma.

Ungkapan yang lazim digunakan sebagai salam pembuka dalam surat-

surat dinas yang bersifat  netral adalah:

Dengan hormat, (D kapital, h kecil), Salam sejahtera (S besar, s kecil),

Saudara, Bapak …. yang terhormat, Dr. Ir. Akhmat yang terhormat,

Saudara …. yang terhormat,

8.Tubuh Surat

Tubuh surat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

a. paragraf pembuka

b. paragraf isi surat yang sesungguhnya, dan

c. paragraf penutup.

a. Paragraf Pembuka Surat

Paragraf pembuka surat adalah pengantar isi surat untuk mengajak pembaca surat menyesuaikan perhatiannya kepada pokok surat yang sebenarnya. Kalimat pengantar yang lazim digunakan untuk mengawali paragraf pembuka pada surat dinas yang berisi pemberitahuan adalah, antara lain adalah:

1) Dengan ini perkenankanlah kami melaporkan kepada Bapak tentang

pelaksanaan ujian di …. ….

2) Bersama ini saya kirimkan contoh laporan teknis yang Saudara minta.

Contoh kalimat pengantar paragraf pembuka surat balasan, antara lain

adalah:

Sesuai dengan pembicaraan kita minggu yang lalu, bersama ini kami sampaikan kepada Saudara daftar buku terbitan kami tahun 1987.

Surat Saudara tanggal 27 Maret 1987, No. 3/U/1987 sudah kami terima dengan senang hati. Bertalian dengan itu, kami ingin menanggapinya sebagai berikut.

Catatan: Kata kami digunakan jika penulis surat mengatasnamakan suatu

organisasi  atau suatu instansi. Jika atas nama diri sendiri digunakan

kata saya.

 

b. Paragraf Isi Surat

Paragraf isi merupakan pokok surat yang memuat sesuatu yang diberitahukan, yang dikemukakan, atau yang dikehendaki oleh pengirim surat. Sesuatu yang disampaikan inilah yang diharapkan memperoleh tanggapan, jawaban, atau reaksi dari penerima surat. Agar pesannya sampai kepada si penerima surat sesuai dengan keinginan pengirim, penggunaan singkatan, atau istilah yang yang tidak lazim hendaklah dihindari karena hal itu akan membingungkan penerima surat. Setiap paragraf isi surat hanya berbicara tentang satu masalah. Jika ada masalah lain, masalah itu dituangkan dalam paragraf yang berbeda. Kalimat-kalimat dalam paragraf isi hendaknya pendek, tetapi jelas, tidak menimbulkan salah tafsir. Rumusan surat juga harus menarik, tidak membosankan, hormat dan sopan

c. Paragraf Penutup

Paragraf penutup berfungsi sebagai kunci isi surat atau penegasan isi surat. Bagian ini dapat pula mengandung harapan pengirim surat atau ucapan terimakasih kepada penerima surat. Paragraf penutup berfungsi pula untuk mengakhiri pembicaraan dalam surat. Surat yang tidak menggunakan paragraf penutup terasa seakan-akan belum selesai.

Paragraf penutup yang salah

Sambil menunggu jawaban Bapak, kami menyampaikan terimakasih.

Sebelum dan sesudahnya kami menyampaikan terimakasih banyak.

Paragraf penutup yang benar

Kami berharap Bapak dapat memenuhi permohonan kami.

Atas perhatian yang Bapak berikan kami nyatakan terimakasih.

 

9. Salam Penutup

Salam penutup berfungsi untuk menunjukkan rasa hormat penulis surat setelah berkomunikasi dengan pembaca surat. Salam penutup dicantumkan di antara paragraf penutup dan tanda tangan pengirim. Salam penutup yang lazim digunakan dalam surat-urat dinas bermacam-macam bergantung pada posisi pengirim terhadap penerima surat.

Huruf awal kata salam penutup ditulis dengan huruf kapital, sedangkan kata lainnya ditulis dengan huruf kecil. Sesudah salam penutup dibubuhkan tanda koma.             Bila tidak ada salam pembuka, maka tidak perlu dicantumkan salam penutup.

Salah Benar

Salam Takzim,                                                            Salam  takzim

Wassalam,                                                                  Wasalam,

Hormat Kami,                                                             Hormat kami,

 

10. Penanggung Jawab Surat

Surat dinas dianggap sah jika ditandatangani oleh pejabat yang berwenang, yaitu  pemegang pimpinan suatu instansi, lembaga, atau organisasi. Nama jelas penanda tangan  dicantumkan di bawah tanda tangan dengan huruf awal setiap kata ditulis kapital, tanpa diberi kurung dan tanpa diberi tanda baca apa pun. Di bawah nama penanda tangan dicantumkan nama jabatan sebagai identitas penanda tangan tersebut. Jika akan dicantumkan nomor induk pegawai pejabat yang  bersangkutan, pencantumannya di antara nama jelas dan jabatan. Pencantuman NIP bukan suatu keharusan.

Penulisan nama instansi atau organisasi sebelum tanda tangan dianggap benar bila penanda tangan surat tersebut bukan pimpinan instansi yang bersangkutan, melainkan petugas yang mewakilinya. (Akan diuraikan pada pembicaraan fungsi singkatan a.n. dan u.b.).

Salah

Tanda tangan                                                  Tanda tangan

(IR. GURITNO)                                             (DRS  SARKAWI)

Kepala                                                             NIP 130425322

Benar

(tanda tangan)                                                 (tanda tangan)

Ir. Guritnoi                                                       Drs. Sarkawi

Kepala                                                             NIP 130425322

11. Penggunaan Bentuk Singkatan a.n. dan u.b.

Kadang-kadang surat dari suatu instansi, karena suatu hal, tidak ditandatangani oleh pimpinan instansinya, tetapi ditandatangani oleh pejabat bawahannya yang diberi wewenang untuk itu. Dalam hal seperti ini, lazim digunakan bentuk singkatan a.n. (atas nama) atau u.b. (untuk beliau). Kedua singkatan itu mengikuti ketentuan berikut.

Bentuk singkatan a.n. digunakan jika penandatanganan dilakukan oleh pejabat setingkat di bawah pimpinan, yang ditunjuk oleh pimpinan instansi yang bersangkutan. Segala tangguang jawab yang berkaitan dengan sura tersebut terletak pada penanda tangan surat. Kedudukan surat tersebut secara hukum sama dengan kedudukan surat yang lain yang ditandatangani langsung oleh pimpinan instansi yang bersangkutan.

Cara penulisan yang salah Cara penulisan yang benar

A.n. Direktur Utama                            ……………………………

PT Sari Asih                                        a.n. Direktur Utama

(tanda tangan)                                     PT Sari Asih

Minarni, SE                                         (tanda tangan)

Direktur Keuangan                              Minarni, SE

Direktur Pemasaran

Bentuk singkatan u.b. digunakan jika penandatanganan surat dilakukan oleh staf suatu instansi yang kedudukannya dua tingkat lebih di bawah pimpinannya. Dapat pula u.b. digunakan jika pejabat yang dilimpahi wewenang oleh pimpinan melimpahkan lagi wewenang penandatanganan surat itu kepada pejabat lain di bawahnya. Dalam hal ini, semua tanggungjawab yang berkaitan dengan surat tersebut tidak terletak pada penanda tangan surat, tetapi terletak di tangan pimpinannya atau pejabat yang dilimpahi wewenang olehnya (tingkat pertama). Bentuk u.b. dicantumkan di bawah nama jabatan yang melimpahkan wewenang penandatanganan surat itu.

 

Salah Benar

……………………                                   a.n. Gubernur Kepala Daerah Tk 1

a.n. Gubernur Kepala Daerah Tk.1                 Propinsi ………

Propinsi …………..                                  Pembantu Gubernur Wilayah1

Pembantu Gubernur Wilayah 1                           u.b.

U.B.                                                          (tanda tangan)

(tanda tangan)                                          Nama Jelas

Nama Jelas

 

12. Tembusan

Ada beberapa instansi yang menamakan bagian ini tindasan atau c.c. (carbon copy), Pusat Bahasa tidak menganjurkan penggunaan istilah tersebut. Yang dianjurkan Pusat Bahasa adalah Tembusan.

Tembusan berfungsi untuk memberitahukan kepada pembaca bahwa surat tersebut dikirimkan juga kepada pihak lain yang perlu ikut mengetahui pula isi surat itu.

Salah: Benar:

Tembusan:                                                    Tembusan:

1. Kepada Yth. Direktur Keuangan                 1. Direktur Keuangan

(sebagai laporan)                                         2. Kepala  Bagian Pemasaran

2. Yth. Kepala Bagian Pemasaran                 3. Sdr. Tabiyat

(sebagai undangan)

3.  Sdr. Tabiyat (agar dilaksanakan)

4. Arsip

13. Inisial

Inisial disebut juga sandi, yaitu kode pengenal yang berupa singkatan nama pengonsep dan singkatan nama pengetik surat. Inisial atau sandi berguna untulk mengetahui siapa pengonsep dan pengetik surat sehingga jika terjadi kesalahan dalam surat tersebut, pengonsep dan pengetik surat dapat dihubungi dengan mudah. Nama pengonsep disingkat dengan huruf kapital, nama pengetik dsingkat dengan huruf kecil.

Inisial ditempatkan di bagian bawah di sebelah kiri.

Contoh:

BS / rs (pengonsep Bambang Siswanto, pengetik Restu Suryani)

 

 

C. PENGGUNAAN BAHASA DALAM  SURAT NIAGA

Pengantar: Bagian ini akan membaicarakan penggunaan bahasa yang

benar  dalam bagian isi  surat.

2. Pemilihan Kata

Untuk surat resmi perlu dipilihkan kata-kata yang memenuhi syarat baik

atau baku, lazim, dan cermat. Pemakaian ungkapan  idiomatik, ungkapan

penghubung, atau ungkapan yang bersinonim harus dituliskan dengan benar.

 

a. Kata yang Baik atau Baku

Penggunaan kata-kata dialek yang belum diakui kebakuannya tidak

dibenarkan. Penggunaan kata-kata gimana, ngapain, kenapa, entar, kasih,

bikin,  dan  yang  semacam itu termasuk tidak baik. Padanan kata-kata itu

yang dianggap baik adalah bagaimana, mengapa, mengapa, nanti, memberi,

membuat.

Sebagian kata yang baku dapat dilihat dalam daftar berikut:

Kata Baku Kata Tak Baku Kata Baku Kata Tak baku

Februari                        Pebruari                           November          Nopember

formal                           formil                                persen                prosen

pertanggungjawaban   pertanggungan jawab      pikir                     fikir

b. Kata yang Lazim

Pilihlah kata yang lazim,  memakai istilah dalam bahasa  Indonesia.

masukan     bukan input suku cadang               bukan sparepart

peringkat                    rangking dampak                          impact

 

 

 

c. Kata yang Cermat

Kata memohon, meminta, menugasi, memerintahkan, menganjurkan dan menyarankan merupakan kata-kata yang mempunyai arti yang sama. Penulis surat dinas hendaknya dapat memilih kata tersebut dengan tepat sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan dalam surat.

Penggunaan sapaan Bapak, Ibu, Saudara, dan Ananda hendaknya tepat pula sesuai dengan kedudukan orang yang dikirimi surat tersebut, apakah penerima surat itu lebih tinggi pangkat atau kedudukannya, ataukah seserajat dengan pengirim surat.

d. Ungkapan Idiomatik

Unsur-unsur dalam ungkapan idiomatik sudah tetap dan senyawa. Unsur-unsur itu tidak boleh ditambah, dikurangi, atau dipertukarkan.

Yang termasuk ungkapan idiomatik antara lain:

sesuai dengan                                                bertemu dengan

terbuat dari                                          luput dari

 

e. Ungkapan Penghubung

Ungkapan penghubung dalam bahasa Indonesia ada dua, yaitu ungkapan penghubung intrakalimat dan ungkapan penghubung antarkalimat. Ungkapan

penghubung intrakalimat berfungsi menghubungkan unsur-unsur dalam kalimat.

Yang termasuk ungkapan penghubung intrakalimat adalah, antara lain:

baik … mau pun, antara …lain, seperti, misalnya, serta demikian dan

sebagai berikut.

baik … mau pun

Pasangan baik adalah mau pun, bukan atau pun dan bukan pula atau.

Tidak Baku

Dalam rapat dibicarakan berbagai masalah, baik yang menyangkut konsolidasi ke dalam ataupun yang mengangkut koordinasi ke luar.

Baku

Dalam rapat dibicarakan berbagai masalah, baik yang menyangkut konsolidasi ke dalam mau pun yang menyangkut koordinasi ke luar.

antara …dan

Pasangan antara adalah dan, bukan dengan.

Tidak Baku

Saya harap Saudara menjelaskan dahulu bagaimana perbandingan produksi   tahun lalu, antara produksi pabrik A dengan produksi

pabrik B.

Baku

Saya harap Saudara menjelaskan dahulu bagaimana perbandingan produksi   tahun lalu, antara produksi pabrik A dan produksi pabrik B.

seperti dan misalnya

Ungkapan seperti merujuk kepada uraian selanjutnya, sedangkan

misalnya merujuk  kepada uraian sebelumnya. Dalam hal seperti ini,

kedua kata tersebut tidak dapat dipertukarkan.

Tidak Baku

Kami mohon dikirimi bahan-bahan banguanan, misalnya semen,

bata merah,  pasir, dan kayu.

Baku

Kami mohon dikirimi bahan-bahan bangunan, seperti semen, bata

merah, pasir, dan kayu.

demikian dan sebagai berikut

Ungkapan demikian merujuk ke uraian sebelumnya, sedangkan

sebagai berikut merujuk ke uraian selanjutnya.

Tidak Baku

Yang harus Saudara siapkan adalah hal-hal demikian:

Gambar bangunan yang direncanakan

Denah tanah yang akan digunakan

Rincian biaya yang diperlukan.

Baku

Yang harus Saudara siapkan adalah hal-hal sebagai berikut:

1.  Gambar bangunan yang direncanakan

2.  Denah tanah yang akan digunakan

3.  Rincian biaya yang diperlukan.

f. Ungkapan yang Bersinonim

Ungkapan-ungkapan yang bersinonim berikut tidak digunakan sekaligus karena penggunaan dua kata yang berarti sama merupakan penulisan yang mubazir.

Penulis surat dinas harus menentukan salah satu di antaranya.

sejak dan dari (tidak digunakan dalam satu kalimat)

adalah dan merupakan (tidak digunakan sekaligus)

Tidak Baku

Kiriman ini adalah merupakan kiriman tambahan untuk melengkapi kekurangan  kiriman kami tiga hari yang lalu.

Baku

Kiriman ini merupakan kiriman tambahan untuk melengkapi kekurangan  kiriman kami tiga hari yang lalu.

 

g. Kata-kata yang Bermiripan

Yang termasuk kata yang bermiripan, antara lain  adalah suatu dengan

sesuatu, masing-masing dan tiap-tiap, jam dan pukul, dari dan daripada.

suatu dan sesuatu

Kata  sesuatu tidak diikuti oleh kata benda, sedangkan kata suatu harus diikuti kata benda.

Tidak Baku

Jika dalam rapat nanti ada sesuatu masalah yang ingin dikemukakan, Anda diharap menyiapkan dahulu sebaik-baiknya.

Baku

ia) Jika dalam rapat nanti ada suatu masalah yang ingin dikemukakan, Anda diharap menyiapkan dahulu sebaik-baiknya.

Ib) Jika dalam rapat nanti ada sesuatu yang ingin dikemukakan, Anda diharap menyiapkan dahulu sebaik-baiknya.

 

 

 

ii) masing-masing dan tiap-tiap

Kata masing-masing tidak diikuti kata benda, sedangkan kata tiap-tiap harus diikuti kata benda.

Tidak Baku

Masing-masing peserta mendapat uang saku Rp. 5.000,00.

Baku

iia) Tiap-tiap peserta mendapat uang saku Rp. 5.000,00.

iib) Para peserta mendapat uang saku masing-masing Rp. 5.000,00

iii) jam dan pukul

Kata jam menunjukkan jangka waktu, sedangkan kata pukul

menunjukkan waktu.

Tidak Baku

Rapat akan diadakan pada jam 8.00-10.00

Baku

iiia) Rapat akan diadakan pada pukul 8.00-10.00

iiib) Rapat akan diadakan selama dua jam, yaitu pukul 8.00-10.00

iiii) dari dan daripada

Penggunaan dari dan daripada dalam arti ‘milik’ tidak dibenarkan. Kata dari hanya dapat dipakai pada ungkapan yang menunjukkan asal, sedangkan kata daripada hanya dapat dipakai pada ungkapan yang menunjukkan perbandingan.

Tidak Baku

iiii  Setiap warga negara berhak mengeluarkan daripada pendapatnya,

berserikat,  dan berkumpul

Baku

iiii  Setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapatnya, berserikat,

dan berkumpul

 

3. Penyusunan Kalimat

Kalimat yang digunakan dalam surat dinas hendaknya berupa kalimat efektif, sesuai dengan kaidah bahasa, singkat, jelas, dan enak dibaca.

Dalam surat dinas sering dijumpai kalimat-kalimat berikut.

Membalas surat Bapak tanggal 17 Juli 1986, No. 452/K/VII/1987, tentang …, saya ingin   menanggapi sebagai berikut.

Menunjuk surat Saudara tanggal 12 Mei 1985, No. 222/F111/1985, saya  beritahukan ……

Menjawab surat Anda tanggal 21 Mei 1985, penjelasan kami adalah sebagai berikut.

Jika ingin mengikuti kaidah bahasa Indonesia dengan benar, struktur kalimat seperti ini diubah menjadi sebagai berikut.

a1. Membalas surat Bapak tanggal 17 Juli 1986, No. 452/K/VII/1987, tentang …, saya ingin   menanggapi sebagai berikut.

b1. Menunjuk surat Saudara tanggal 12 Mei 1985, No. 222/11/1985,

saya beri tahukan ……

c1.  Menjawab surat Anda tanggal 21 Mei 1985, penjelasan kami

adalah sebagai berikut.

Contoh kalimat salah yang lain dalam surat dinas.

Bersama ini saya mengundang Saudara menghadiri rapat yang akan diselenggarakan pada ….

Kalimat (d) tidak benar karena isinya hanya mengundang dan surat tersebut  tidak menyertakan sesuatu, tidak melampirkan berkas, atau tidak dengan mengirimakan apa-apa. Ungkapan bersama ini digunakan jika surat melampirkan sesuatu atau menyertakan barang, dan sebagainya.

Kalimat (d) harus diubah menjadi sebagai berikut.

d1.  Dengan ini saya mengundang Saudara menghadiri rapat yang akan

diselenggarakan pada ….

Sering dijumpai kalimat yang salah sebagai berikut.

e. Atas kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Kalimat (e) tidak benar karena kata ganti nya digunakan untuk orang ketiga tunggal, sedangkan yang diajak bicara dalam surat sudah pasti orang kedua.

Ungkapan yang benar adalah sebagai berikut.

e1. Atas kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

 

Contoh kalimat surat dinas berikut sangat janggal.

f. Sebelum dan sesudahnya, kami ucapkan terima kasih.

Kalimat (h) tidak jelas.  Ungkapan sebelum dan sesudahnya tidak informatif; sebelum apa dan  sesudah apa. Kalimat itu diperbaiki menjadi seperti berikut.

f1. Sambil menunggu kabar balasan dari Bapak,  kami ucapkan terima

kasih.

Kalimat salah yang lain.

g. Dengan ini saya lampirkan fotokopi surat keterangan dokter.

Kalimat (i) tidak benar. Karena surat ini melampirkan sesuatu, ungkapan yang tepat mengawali kalimat tersebut adalah bersama ini, seperti perbaikan di bawah ini.

g1. Bersama ini saya lampirkan fotokopi surat keterangan dokter.

Sering dijumpai  penutup surat dinas sebagai berikut.

h. Demikian harap maklum.

i. Mohon periksa adanya.

Kalimat (h) tidak lengkap, tidak memiliki subyek. Setelah kata demikian harus dihadirkan subyeknya, demikian pula sebelum kata harap maklum.

Kalimat (i) tidak informatif sebab tidak jelas apa/siapa yang ingin diperiksa atau apa/siapa yang harus memeriksa.

Kalimat (h) dan (i) akan lebih jelas dan lebih informatif jika diungkapkan seperti tampak kalimat berikut.

hi1. Demikian laporan kami, harap Bapak mengetahuinya

Fungsi dan Tugas Seorang Supervisor

0

Tugas Supervisor Front Office

a) Membantu pekerjaan front office manager dalam hal control dan administrasi
b) Membuat jadwal kerja Duty Manager, receptionist, telephon operator, GRO, dan Concierge
c) Memantau operasional di front office
d) Mengarahkan dan mengawasi terhadap pekerjaan reception dan conclerge
e) Memimpin briefing pada waktu shift malam
f) Terjun langsung ke operasional hotel pada saat tamu ramai
g) Menghadiri briefing pagi manajemen hotel dan mewakili front office manager saat berhalangan hadir
h) Menangani keperluan tamu yang membutuhkan bantuan

Tugas Supervisor Front Office

a) Membantu pekerjaan front office manager dalam hal control dan administrasi
b) Membuat jadwal kerja Duty Manager, receptionist, telephon operator, GRO, dan Concierge
c) Memantau operasional di front office
d) Mengarahkan dan mengawasi terhadap pekerjaan reception dan conclerge
e) Memimpin briefing pada waktu shift malam
f) Terjun langsung ke operasional hotel pada saat tamu ramai
g) Menghadiri briefing pagi manajemen hotel dan mewakili front office manager saat berhalangan hadir
h) Menangani keperluan tamu yang membutuhkan bantuan.